Universitas Bangun Nusantara Sukoharjo

Profil Humas dan Kerjasama

E-mail Print PDF

Kerjasama antar perguruan tinggi atau lembaga lain baik dalam maupun luar negeri telah diatur dengan jelas dalam pasal 122 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990. Pasal tersebut memberikan legitimasi pentingnya jalinan kerjasama perguruan tinggi dalam rangka peningkatan dan pengembangan kualitas serta pengembangan institusional sebuah perguruan tinggi secara keseluruhan.

Selain itu, pada hakikatnya kerjasama antar perguruan tinggi merupakan upaya memecahkan isolasi institusional yang dihadapi perguruan tinggi, baik pada level lokal, nasional, regional, maupun internasional, terutama dalam upaya peningkatan mutu akademik masing-masing perguruan tinggi. Lingkup kerjasama tersebut pada umumnya dalam bentuk afiliasi atau bantuan tenaga ahli, lembaga kajian, beasiswa atau bantuan saranan dan prasarana belajar mengajar.

Berbagai masalah dalam bidang akademik, kelembagaan, ketenagaan dan pembiayaan yang dihadapi pergurun tinggi pada umumnya juga dapat ditanggulangi dengan baik melalui kerjasama baik antar perguruan tinggi dan/atau lembaga lain, di dalam maupun luar negeri. Dengan mengacu pada otonomi pengelolaan perguruan tinggi yang intinya bahwa setiap perguruan tinggi berhak untuk meningkatkan keleluasaan dan kewenangan dalam menetapkan tujuan dan mengembangkan program masing-masing, maka perguruan tinggi dapat mengembangkan kerjasama dengan pihak lain dengan berpedoman pada visi dan misi perguruan tinggi, keterkaitan (relevansi), kegunaan, dan efisiensi.


TUJUAN

a. Membangun kemitraan dengan institusi lain baik lokal, regional maupun internasional dalam rangka meningkatkan kualitas Universitas seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;

b. Memperluas kesempatan civitas aacdemica mengembangkan prestasi akademik dan profesionalisme melalui kerjasama dengan instansi mitra;

c. Membangun kemitraan dan mencarikan peluang-peluang bagi lulusan Universitas untuk bekerja di instansi mitra yang profesional;

d. Memperluas jalinan kemitraan dengan lembaga donor untuk pengembangan kerjasama dengan dasar kebersamaan dan profesionalisme;

e. Meningkatkan kemampuan berkembang lembaga dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;

f. Mengembangkan bidang-bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan bisnis;

g. Memperkuat dukungan pengembangan visi dan misi fakultas, jurusan dan prodi serta unit-unit penunjang akademik


SASARAN KERJASAMA

a.Membangun kemitraan dengan lembaga pendidikan baik lokal, regional, maupun internasional;

b.Membangun dan memperluas jaringan kerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintahan

dan lembaga swadaya masyarakat baik lokal, nasional, maupun global;

c.Mengembangkan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga profesional dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pemanfaatan tenaga ahli baik lokal, nasional, maupun internasional;

d.Memperluas jaringan kerjasama dengan pondok pesantren, lembaga kemasyarakatan , dan lembaga kebudayaan dan seni;

e.Membina kerjasama dengan lembaga-lembaga donor baik lokal, nasional, maupun internasional dalam rangka pengembangan pendidikan dan profesionalisme.

 

BENTUK DAN MANFAAT KERJASAMA

Setidaknya terdapat dua manfaat langsung yang diperoleh perguruan tinggi lewat kerjasama. Pertama, melalui kerjasama program-program akademik yang diselenggarakan akan dapat dimantapkan secara substansial dengan mengembangkan bidang-bidang pendidikan, penelitian, perpustakaan, pengabdian kepada amsyarakat, penerbitan dan lain sebagainya.

Kedua, melalui kerjasama akan diperoleh manfaat ekonomis akibat pemanfaatan bersama berbagai sumber daya dan fasilitas yang ada. Setidak-tidaknya penggunaan sumber daya akan lebih efektif daripada bila hanya dimanfaatkan oleh lembaga masing-masing secara individual. Semua manfaat itu pada akhirnya akan menunjang upaya yang dilakukan untuk memperbaiki pengembangan perguruan tinggi.

Bentuk kerjasama antar perguruan tinggi/lembaga, sebagaimana diatur dalam pasal 122 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor: 30 tahun 1990, mencakup permasalahan sebagai berikut:

Tukar-menukar dosen dan mahasiswa;

  1. Pemanfaatan bersama sumber daya manusia;
  2. Pemanfaatan bersama sarana dan prasarana belajar;
  3. Penerbitan karya ilmiah bersama;
  4. Penyelenggaraan kegiatan ilmiah seperti seminar dan penelitian bersama;
  5. Bentuk-bentuk lain yang dianggap perlu.

Bentuk-bentuk kerjasama tersebut di atas dapat dijabarkan lebih lanjut dalam kegiatan menurut Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan sebagai berikut:

  • Tri Dharma Perguruan Tinggi: Kuliah tamu, pemanfaatan peralatan dan fasilitas pendidikan, penyediaan dana untuk penelitian, seminar ilmiah dan lokakarya, evaluasi program, pengebangan staf pengajar, penyusunan silabus dan kurikulum, kuliah kerja nyata, pembagunan wilayah tertentu, pengabdian kepada masyarakat, penerbitan majalah ilmiah, penataran.
  • Penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi: publikasi, penataan perpustakaan (penyusunan bibliografi, kartu katalog), penyusunan pedoman administrasi umum, penyusunan pokok-pokok RIP, pembelian bersama (peralatan, buku, dan lain sebagainya), jaringan pertukaran informasi ilmiah dan pengetahuan, penggalian dana, latihan keterampilan staf adninistrasi dan staf teknis.

  • Kemahasiswaan: Poliklinik, koperasi, asuransi, karya wisata, bimbingan dan penyuluhan,kegiatan olahraga dan seni, pembinaan minat dan bakat, seminar akademik, pembelian bersama (keperluan kuliah dan kebutuhan pokok sehari-hari).

Last Updated ( Thursday, 08 May 2014 14:02 )  

Advertisement

Featured Links:
You are here: Home Publikasi Humas dan Kerjasama Profil